Tips
Mencari Buyer Barang Antik/Barang Pusaka
PT. Pusaka Jawa Andalas
Bisnis barang antik dan benda pusaka. Sebagian orang
mungkin sudah familiar dengan nama dan kategori bisnis ini. Dan tidak sedikit
orang yang banyak menganggap ini adalah bisnis semu atau bisnis yang nggak
bener. "Ya nggak benerlah kalo barang yang dijual nggak
bener". Berapa orang memang ada yang cuma ikut-ikutan menggeluti bisnis
milyaran ini. Tapi ya gitu, ikut-ikutannya nggak full, alias setengah-setengah,
ragu-ragu.
Biasanya keraguan itu timbul jika kita
melalukan sesuatu yang diluar kemampuan kita, atau kebohongan, atau kesalahan.
Kalau kita benar pasti kita yakin, dan selain "yakin" kita juga butuh
modal-modal lainnya untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.
Jadi jika anda memiliki barang antik yang
benar-benar asli, sudah pernah di test, dan anda sangat ingin memaharkannya.
jangan salah cari Buyer Barang Antik, soalnya banyak sekali orang
yang ngaku buyer padahal modalnya ngga ada. carilah Buyer Barang
Antik yang resmi sehingga transaksi berlangsung afdol. Berikut Tips
Mencari Buyer Barang Antik yang akan saya share buat anda pencinta
setia benda-benda pusaka dan barang antik :
Untuk bertransaksi dengan aman dan jelas, ya jangan pelit-pelit ongkoslah.
huehueue. Pertama-tama cari dulu info dan alamat dari internet, no telp, dsb.
setelah itu datang ke kantornya, tapi sebelum datang ada baiknya hubungi dulu
pihak kantor. Agar kita datangnya nggak salah waktu gitu lo. Juga kalo
alamatnya kurang lengkap kan bisa mereka bantu. Atau mungkin barangkali ada
kantor yang mau jemput kita. (kali aja)
Tanyakan langsung (dengan sopan) tentang legalitas dan ijin perusahaan tersebut
secara langsung. Supaya tidak terjadi keraguan-keraguan kedepannya.
2. Transaksi yang Jelas dan Resmi
Beberapa waktu lalu kami pernah dengar ada penjual yang menjualkan benda
pusakanya ke Buyer Barang Antik asal Singapore dengan harga 2
kali lipat dari harga Barang Antik yang kami tawarkan.
Transaksinya lulus test sih, tapi.... Uang yang sudah di transferkan sekian M
ke rekening si penjual tidak bisa ditarik. hohoho..
Kenapa begitu?? Ini Jawabannya
Di Indonesia kan kita ada yang namanya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) jadi
KPK itu bisa dibilang ibarat badan yang mengamati keuangan orang-orang kaya. Pekerjaannya
apa?, kok bisa uangnya banyak?, uang curian yah? wah, hasil korupsi nih,
tangkap !! .
jadi sudah tau kan kenapa si penjual Barang Antik tadi nggak
bisa menarik uang dari rekeningnya sendiri?
Nah, untuk itu carilah perusahaan yang jelas. transaksi mengikutsertakan tim
KPK, dan tim-tim yang lainnya yang diperlukan untuk berbagai keperluan transaksi.
Supaya nantinya transaksi berakhir memuaskan kedua belah pihak.
3. Pelajari SOP (Standart Operating Procedure) Perusahaan Tersebut
Bisa tanyakan langsung ke pihak-pihak yang bersangkutan ke perusahaan, atau cek di website mereka.
4. Pelajari MoU (Surat Perjanjian Jual-beli)
Ini yang sangat menentukan hasil transaksi, jadi penjual diwajibkan harus
benar-benar memahami isi dari MoU sebelum menandatanginya. Silap sedikit, ga
bisa apa-apa. Jadi, cerdiklah seperti ular namun tuluslah seperti merpati.
5. Pengetesan Barang
Kalau bisa, test sendiri dulu barangnya, baru ditransaksikan. Sehingga
kemungkinan barangnya lulus menjadi lebih BESAR.
Demikianlah Tips Mencari Buyer Barang Antik yang dapat kami
share. Semoga bermanfaat bagi anda, silahkan digunakan dan dipahami sebaik
mungkin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar